Apakah Sandiaga Uno Seorang Ulama?

by -308 views
Apakah Sandiaga Uno Seorang Ulama

Terkait dengan ucapakan dari Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid yang menyebut Sandiaga Uno adalah ulama, hal ini sepertinya menjadi anggapan serius dari seluruh netizen.

Dengan senyum dan bercanda jika Sandiaga mengaku bahwa dirinya bukanlah Ulama, jangan salah persepsi, saya adalah Ubaru, ujar Sandi disela pembukaan program pembinaan kewirausahaan bagi mahasiswa, MRUF ENVOY, di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (20/9/2018). Sandiaga mengaku sudah membahas soal label ‘ulama’ itu saat bertemu HNW.

“Saya bilang ulama dasarnya apa? Terus dia (HNW) menyebut dasar beberapa surat di Alquran,” kata Sandiaga.

“Kalau saya, karena keterbatasan pengetahuan saya di bidang agama dan saya sekolah multi kultur, multi religi, multi etnis, pernah sekolah di luar negeri juga, fokus saya di ekonomi. Kegiatan saya sebagai entrepreneur dan sekarang sudah menjadi berpengalaman sempat menjadi birokrat, dan masuk di politik, dan bagi saya definisi itu penting,” sambungnya.

Mantan Wagub DKI ini lalu bicara soal berbagai persoalan ekonomi yang jadi sorotan di tengah masyarakat. Menurut Sandiaga, adanya ribut-ribut antara pihak yang berbeda kubu ini bikin bingung masyarakat di tengan berbagai masalah ekonomi.

“Jadi buat saya tidak terlalu penting definisi ulama atau ubaru. Tapi kayanya saya ubaru,” kata Sandiaga sambil tertawa.

Sandiaga menyadari pengetahuannya tentang agama terbatas. Namun, memiliki kemampuan mendalam sesuai definisi ulama seperti disampaikan Hidayat.

“Ulama? Pandangan saya, kalau itu kerjanya mengajar di pesantren, mengajar ngaji, saya nggak lah,” ujar Sandiaga.

“Tapi kalau ulama seperti yang disampaikan Pak Hidayat Nur Wahid itu adalah punya keilmuan di bidang tertentu, mungkin saya punya keilmuan di bidang enterpreneurship, di bidang ekonomi, di bidang harga-harga, di bidang penciptaan lapangan kerja,” imbuhnya.

Sandiaga mengimbau agar label ulama yang diberikan Hidayat tidak dipersoalkan lagi. Menurutnya, yang harus dipikirkan adalah bagaimana menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

“Jadi, sekali lagi saya minta masyarakat tak terombang-ambing terhadap definisi sama seperti saat definisi emak-emak sama ibu-ibu bangsa. Kita lagi-lagi terus bergerak daripada substansi. Kita hanya memikirkan lapisan paling atas, kita sangat-sangat superficial, hanya di permukaan, nggak menusuk ke akar permasalahan,” ucap Sandiaga.

Loading...