Evakuasi Lion Air JT-610 harus Dilakukan Secara Hati-Hati Agar Tidak Terkena Dekompresi

by -233 views
Evakuasi Lion Air JT-610

Kabar buruk kembali datang dari Pesawat Lion Air JT-610, bukan korban dari kecelakan yang terjadi, namun kabar buruk didatangkan dari salah satu tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban.

Seorang penyelam Basarnas, Syachrul Anto meninggal dunia saat sedang mengevakuasi kobran dan serpihan pesawat Lion Air di perairan karawang, Jawa Barat, Jumat 02 November 2018.

Diduga meninggalnya Syachrul Anto yang merupakan anggota Indonesia Diver Rescue Team itu akibat dekompresi.

Dekompresi itu sendiri adalah gangguan yang biasa dialami oleh penyelam, dengan gejala berupa pusing, tubuh terasa lemas, hingga sesak napas. Kondisi ini yang akan muncul ketika tubuh merasakan perubahan tekanan air atau udara yang terlalu cepat, sehingga nitrogen dalam darah membentu gelembung yang menymbat pembuluh darah dan jaringan organ.

Penyakit dekompresi merupakan dampak perubahan tekanan, baik air atau udara, yang terjadi terlalu cepat. Misalnya ketika menyelam, penyakit dekompresi akan muncul jika proses kembali menuju ke permukaan tidak dilakukan secara bertahap, atau tanpa menerapkan safety stop(berhenti beberapa menit di kedalaman tertentu) sesuai aturan dasar keselamatan menyelam.

Pada dasarnya, tubuh perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tekanan yang ada. Jika perubahan tekanan terjadi terlalu cepat, nitrogen yang terkandung dalam darah akan membentuk gelembung-gelembung yang bisa menyumbat pembuluh darah dan jaringan organ. Lalu, pembuluh darah atau jaringan organ yang tersumbat dapat menimbulkan rasa sakit dan gejala lain.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko seseorang mengalami penyakit dekompresi yaitu Dehidrasi, Langsung melakukan penerbangan setelah menyelam, Obesitas, berusia di atas 30 tahun dan memiliki penyakit jantung.

Hingga saat ini hasil Evakuasi Lion Air JT-610 dari Tim Evakuasi telah menemukan FDR Black Box, ditemukan puing besar diduga badan pesawat, ditemukan roda pesawat, 69 kantong jenazah yang sudah diserahkan kepada pihak RS Polri.

Loading...